1004253187

JAKARTA | faktasiber.id — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pemerhati Desa (DPP GMPD) resmi melantik kepengurusan baru sekaligus menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Desa, Tanah Ulayat dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”, di Ruang Operational Room, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2026).

Pelantikan dikukuhkan langsung oleh Direktur Kawasan Perkantoran dan Batas Negara, Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Amran, MT.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP GMPD, Wahyu Irawan, S.Pd.I, MM, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah momentum peneguhan komitmen, bukan sekadar upacara belaka.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial saja. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk meneguhkan komitmen dan memperkuat kesadaran pengabdian kepada masyarakat. GMPD harus menjadi wadah perjuangan yang peduli, kritis, solutif, dan berorientasi pada kemajuan desa,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan bahwa desa merupakan pondasi pembangunan nasional. “Kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa. Kepada pengurus yang dilantik, tetaplah memegang amanah, integritas, loyalitas terhadap organisasi, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Mari tinggalkan ego sektoral, jaga nama baik organisasi, dan perkuat solidaritas,” pesannya.

Dr. Drs. Amran, MT dalam paparannya menekankan makna ganda dari nama organisasi ini: “Yang pertama adalah Gerakan Muda — berdasarkan UU Kepemudaan batas usia hingga 30 tahun, namun semangat muda itu tidak pernah lekang oleh waktu. Yang kedua, Pemerhati Desa — desa adalah fondasi bangsa, namun kita jangan memaknai desa hanya dalam konteks agraris.”

Amran mencontohkan bahwa kawasan seperti Sentul City maupun Pantai Indah Kapuk secara administratif tetap berstatus desa, meskipun karakter wilayahnya telah berubah menjadi perkotaan. “Ini adalah tantangan kita ke depan. Organisasi ini jangan hanya menjadi pemerhati, tetapi juga harus mampu membangun,” harapnya.

Mengutip pesan Bung Karno, ia menutup dengan: “Beri saya 10 pemuda, maka akan saya guncangkan dunia.” Jika pemuda hari ini bergerak memperhatikan desa, maka negara maju bukan sekadar impian.

Sementara itu, Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si, dalam pemaparan utamanya menyampaikan pesan mendalam kepada para pemuda.

“Pemuda harus ada di setiap lini. Jangan pernah berhenti belajar — karena pesan pertama adalah Iqra, bacalah. Pemuda jangan sampai malas belajar. Selain itu, bangunlah kolaborasi Pentahelix agar cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” tegasnya.

Ketua KPU Jakarta Selatan, Muhammad Taqiyuddin, turut menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, termasuk belum terjangkaunya pendataan administrasi kependudukan bagi masyarakat adat seperti Suku Badui — sebuah catatan penting bagi GMPD untuk berkontribusi nyata.

Wakil Menteri Desa PDT RI, Ir. Ahmad Riza Patria, MBA, dalam sambutannya melalui saluran zoom mengapresiasi langkah GMPD dan berharap organisasi ini dapat terus bergerak di tengah masyarakat dengan karya yang nyata. “Pemuda Bergerak, Desa Berdaya, Indonesia Jaya,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, DPP GMPD menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan bersama Rektor STIAMI, Prof. Dr. Hj. Silviana Purwanti, SH, M.Si. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan kolaborasi antara pemuda dan dunia akademik dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Ketua Panitia, Agus Fitri, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar.

Reporter Agus Triono/ Megy

Penulis

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *