1004153917

LAMONGAN | faktasiber.id — Setiap pagi Jumat, suasana di Pujasera belakang Plaza Lamongan berubah menjadi tempat penuh kehangatan. Di sana, warga dari berbagai lapisan berkumpul bukan untuk sekadar makan, melainkan merasakan kepedulian sesama melalui program “Jumat Berkah — Makan Gratis untuk Semua”. Jumat 25/09/2026.

Inisiatif indah ini digagas oleh dua tokoh masyarakat: Pak Purnomo, sosok polisi yang dikenal ramah dan dekat dengan warga, berkolaborasi bersama Yak Widhi, aktivis dan penggerak UMKM Lamongan. Bersama-sama, mereka mewujudkan mimpi sederhana: memastikan setiap warga Lamongan bisa menikmati makanan bergizi tanpa harus memikirkan biaya, setidaknya satu hari dalam seminggu.

Pintu kebaikan ini terbuka lebar bagi siapa saja — pelajar yang berangkat sekolah, tukang becak yang mencari rezeki, pengamen, ibu rumah tangga, buruh pabrik, hingga pegawai negeri maupun swasta. Tidak ada daftar nama, tidak ada syarat, tidak ada pembatas. Siapa yang datang, diterima dengan senyum dan disuguhkan makanan hangat.

“Kami ingin semua merasa dihargai. Siapa pun Anda, dari mana pun Anda datang, hari ini makanlah dengan tenang,” demikian pesan yang tersirat di balik meja makan yang selalu penuh setiap Jumat pagi.

Bertempat di Warung Pelita UMKM, hidangan yang disajikan pun bukan makanan sembarangan. Setiap pekan, warga dapat menikmati kelezatan kuliner khas daerah yang disiapkan dengan sepenuh hati:

Soto Lamongan — kuah gurih hangat penyapa pagi, Nasi Boranan, sajian ikonik yang tak pernah sepi peminat, Pecel Ndeso — sayuran segar bumbu kacang khas pedesaan dan Rawon — kuah hitam pekat beraroma rempah, kesukaan segenap warga

Semua disajikan gratis, sepenuhnya tanpa dipungut biaya. Makan di tempat, nikmati selagi hangat, pulang dengan perut kenyang dan hati tenang.

Kegiatan ini berlangsung rutin setiap Jumat, mulai pukul 06.00 pagi hingga habis. Bagi Pak Purnomo dan Yak Widhi, program ini bukan sekadar memberi makan perut, melainkan memberi harapan. Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, kebaikan kecil ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga, sekaligus mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendirian.

“Semoga apa yang kami mulai ini terus mengalir, tumbuh, dan menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berbagi. Kebaikan tidak harus menunggu kaya — cukup dengan niat tulus dan kebersamaan, kita bisa meringankan beban sesama,” ucap Yak Widhi.

Program Jumat Berkah ini bukan milik siapa-siapa, melainkan milik seluruh warga Lamongan. Semoga kebaikan ini terus berlanjut, makin meluas, dan menumbuhkan semangat gotong royong di mana pun.

 Reporter Agus Triono

Penulis

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *