file_000000003b1081fab6226c1340fd5c9a

LAMONGAN | faktasiber.id — Kemegahan resepsi pernikahan musisi dan figur publik asal Lamongan, Yak Widhi, yang digelar di Graha UNESA, Surabaya, Selasa (25/8/2026), menyisakan sorotan di luar kemeriahan acara. Tak lama setelah pesta berlangsung meriah, muncul kabar mengenai persoalan finansial yang sedang dihadapi Yak Widhi — informasi yang kemudian dibenarkan langsung oleh yang bersangkutan.

Resepsi yang berlangsung pukul 15.00–18.00 WIB tersebut dihadiri ratusan undangan, mulai dari tokoh politik, kolega seniman, keluarga, hingga masyarakat luas. Acara tampak megah dengan dekorasi eksklusif, tata cahaya, jamuan, serta penampilan sejumlah artis yang memeriahkan suasana. Namun di balik gemerlapnya pesta, muncul pembicaraan publik terkait besarnya biaya penyelenggaraan dan dugaan adanya kewajiban finansial yang belum terselesaikan pasca-acara.

Menanggapi berbagai informasi yang berkembang, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Yak Widhi di tempat usahanya, Café METAL, kawasan belakang Plaza Lamongan. Dalam pertemuan tersebut, ia membenarkan secara terbuka bahwa dirinya memang sedang menghadapi persoalan finansial.

“Saya mengakui adanya persoalan finansial yang sedang dihadapi saat ini. Namun hal itu tidak menghentikan saya untuk tetap berkarya, bermusik, dan menyuarakan kepentingan masyarakat. Sikap kritis saya terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat tidak akan berubah karena masalah pribadi,” tegas Yak Widhi.

Meski mengakui adanya kesulitan keuangan, Yak Widhi tidak merinci nilai kewajiban, pihak yang terlibat, maupun jadwal penyelesaiannya. Berbagai spekulasi yang beredar di ruang publik terkait jumlah utang maupun rincian biaya acara belum dapat diverifikasi secara independen dan tetap perlu diwaspadai sebagai informasi yang belum terkonfirmasi penuh.

Dalam kesempatan tersebut, Yak Widhi juga menyampaikan bahwa ia membuka penggalangan dana melalui kanal pembayaran digital Go-Pay dengan nomor 085743074074 atas nama SUHARJANTO W. Penggalangan dana ini dimaksudkan untuk membantu penyelesaian persoalan finansial yang sedang dihadapinya.

Menyikapi adanya penggalangan dana yang melibatkan kepercayaan masyarakat, redaksi menegaskan bahwa transparansi merupakan syarat mutlak. Tujuan penggunaan dana, mekanisme pengelolaan, serta laporan pertanggungjawaban kepada para donatur menjadi aspek yang wajib dipenuhi agar publik dapat menilai akuntabilitas dan kejelasan peruntukan bantuan yang diberikan.

“Penggalangan dana yang menyangkut kepercayaan publik tidak cukup hanya mengandalkan semangat solidaritas. Keterbukaan informasi mengenai peruntukan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban dana adalah hal yang mutlak diperlukan,” ujar Yak Widhi.

Kini perhatian publik bukan hanya tertuju pada kemegahan pesta yang telah berlalu, melainkan bagaimana Yak Widhi menyelesaikan persoalan finansial tersebut secara bertahap dan transparan, sekaligus tetap konsisten menjalankan aktivitas profesional serta sikap kritisnya di ruang publik. Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk transparansi dan pertanggungjawaban penggalangan dana yang telah dibuka.

Reporter AgusTriono

Penulis

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *